Minggu, 13 Agustus 2006

Fatwa Para Ulama dalam Menyikapi Krisis Libanon (Bag. I)

Penulis: Al-‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali

Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mulia tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Libanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan.”

Jawaban: “Demi Allah, kami berpandangan bahwa jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh umat ini. Namun umat (Islam) ini telah melalaikan banyak perkara agama, diantaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.

إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم

“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah [1 ] dan kalian mengambil ekor-ekor sapi (beternak) serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah Azza Wajalla –bukan di atas jalannya kaum Rafidhah, bid’ah dan khurafat- maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”

Maka langkah yang paling pertama untuk menuju kemuliaan dan keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama dan bukan kembali kepada agamanya kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat lalu mengangkat bendera jihad!

Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya! Bagaimana mungkin ini akan mendapatkan pertolongan!? Bagaimana mungkin ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah ?!

Jihad haruslah dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah. Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka disebabkan karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Tabaraka wa Ta’ala.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah”.

الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله

“Seseorang ada yang berperang karena modal keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk mendapatkan pujian di mata manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab:“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah) Ta’ala”.

Maka sebelum melakukan segala sesuatu, wajib bagi kaum muslimin untuk membenahi berbagai keadaan mereka dan kembali kepada agama yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Serta kembali di atas petunjuk orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini, yaitu para shahabat yang mulia, yang menyebarkan agama, berupa amalan-amalan yang shalih dan syi’ar-syi’ar Islam yang benar .Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam berjihad yaitu untuk meninggikan kalimat-Nya.

Sekarang saya bertanya kepada kalian : “Bendera yang ada di Libanon,yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera yang berhak dikatakan bahwa itu merupakan bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah ?! Sementara mereka (Hizbullah yang termasuk beragama Syi’ah Rafidlah, red) mengkafirkan para shahabat Muhammad - Shallallahu ‘alaihi wassalam - dan mempermainkan al-Qur’an dan merubahnya - dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun - !?

Kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan terhadap agama Allah Ta’ala dibanding kaum Yahudi dan Nashara. Demi Allah, kami ingin berjihad namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali kepada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu “ (QS Al Anfal:60).

Sekarang ini, kelompok Hizbullah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang terbunuh dari rakyat Libanon hampir mencapai seribu! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan, fasilitas-fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang dikehendaki Allah?!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berjihad di Badar, di Uhud, di Khandaq dan ditempat lainnya, tidak satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satupun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, red) menyusup dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, lalu datanglah berbagai serangan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, red) kepada mereka yang patut dikasihani. Apakah ini jihad?!

Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada dua puluh kampung di Libanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dimaksudkan?Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan! Lalu ini yang dikatakan hasil dari jihad itu!Inilah jihad ‘akrobatik’. Inilah adalah jihad model Rafidhah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Lalu setelah itu, mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.

Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syari’at jihad dibanding mereka ini yang merupakan para pendusta yang hanya mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin : “Kembalilah kepada agama ini, bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah Ta’ala. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala, kecuali jika kalian berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan kalian berada di atas agama yang benar.

Namun apa yang terjadi di Iraq? Berapa banyak kaum muslimin yang telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa atau lebih yang mereka sembelih dari kalangan para wanita, anak-anak, mereka usir, mereka merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah- tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, lalu mereka pun membuka front (di Libanon), mereka menertawai Ahlus Sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa mereka.

Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak - dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak ?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!Apakah mereka (kaum Rafidhah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara buat kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!Maka tatkala si Rafidhi - yang beraliran kebatinan ini dating - banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan. Ini merupakan keberuntungan besar - di antara keberuntungan kaum Rafidhah- !

Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidhah. Di mana dia (pimpinan Hizbullah) ini sekarang? Sekarang dimana panglima ini berada?! (Ketauhilah) Dia ada di tempat persembunyian, dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) masih saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak sepantasnya disebut-sebut (dianggap berharga) menurut mereka! Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut kaum Rafidhah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!.

Lalu di mana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai ‘alim (pandai) dan tidak mengetahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran, penyimpangan dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidhah.

Telitilah kitab tafsir - dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidhah- , mulai dari surah Al-Fatihah, perhatikan perubahan yang mereka lakukan, dimana orang Yahudi pun merasa malu darinya!((الصراط المستقيم)) “Jalan yang lurus”, maknanya Ali radhiallahu anhu!((غير المغضوب)) “Bukan jalan orang-orang yang dimurkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakar, Umar dan Utsman –radhiallahu anhum-!((ألم. ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين)) “Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”, makna orang-orang yang bertaqwa dalah pengikut Ali radhiallahu anhu (maksudnya kaum Rafidhah)!

Dunia, Akhirat, Surga, semuanya milik Ali radhiallahu anhu dan para pengikutnya (maksudnya Rafidhah)!.(( إن الله لا يستحيي لأن يضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها)) “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”, mereka mengatakan: yang dimaksud nyamuk adalah Ali radhiallahu anhu, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Yaitu Ali radhiallahu anhu kadang-kadang dianggap seperti nyamuk oleh mereka. Ini termasuk perbuatan zindiq dan cercaan mereka terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Kadang-kadang mereka menganggap Ali radhiallahu anhu sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, dia sebagai matahari, dia adalah langit sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai buah Tin dan Ali radhiallahu anhu sebagai buah Zaitun, para Imam (mereka) sebagai bukit Sinai.

Ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para Imam mereka! Sedangkan tanda-tanda kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat-ayat celaan dan ancaman semuanya diterapkan kepada para shahabat. Abu Bakar –radhiallahu anhu- disiksa dengan siksaan yang paling keras, seperti Iblis. Dan Umar adalah setan di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ayat-ayat tentang hari Kebangkitan dan hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)! Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam kitab Allah dan berbagai kedustaan terhadap Ali radhiallahu anhu dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!

Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait, engkau tidak membaca satu ayat pun dalam Al-Qur’an, baik ayat Kauniyyah maupun ayat Syar’iyyah melainkan mereka menyelewengkannya. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka rubah menuju kepada kesesatan mereka!.(( وقال الله لا تتخذوا إلهين اثنين)) “ِAllah berfirman: Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.” Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”Ayat-ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun jika mereka menjelaskannya, maka mereka merubahnya.

Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka merubahnya!Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih!

Merekalah yang meruntuhkan khilafah Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, mereka (kaum Syiah Rafidlah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun!!! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya.

Tatkala Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak. Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Apakah ini Islam yang kita berjihad untuknya?

Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara, dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Pahamilah perkara ini, adapun mereka yang (tertipu). Apakah mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui ?!.

Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!

Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawai mereka. Allah Maha mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!

Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka dengan menyimpan bahan nuklir tersebut, apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta! Iran selalu mengumumkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, turut berperan serta. Sementara Iran menghilang (tidak turun serta) ! Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.

Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini. Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (dengan sebab):
Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.
Kedua: Jihad merekapun jelas, dimana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut!

Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah. Demi Allah mereka menertawai Ahlus Sunnah, mereka memiliki orang-orang, di negeri Arab dan negeri-negeri Islam yang bekerja untuk mereka, guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam. Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam, di bagian Asia Timur mereka memiliki Ma’had, sekolah, para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu dimana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.

Sekarang mereka pun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Iraq, lalu bersamaan dengan itu mereka ingin agar kita membantu mereka?!Sementara musibahnya menimpa rakyat Libanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!!-pen)

Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya dari semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”

Transkrip asli dalam bahasa Arab :
------------------------------------------------------------------------------------------------------------كلام الشيخ ربيع المدخلي– حفظه الله- حول الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين...........................................................سؤال: ما رأي فضيلتكم في الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين وجزاكم الله خيراً؟الجواب: والله نحن نرى أن الجهاد قائم إلى يوم القيامة، وواجب على هذه الأمة ولكن هذه الأمة ضيعت أموراً كثيرة، ومنها الجهاد فسلط الله عليهم الأعداء!(إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم).أول خطوة إلى العزة والخروج من الذل والهوان هو الرجوع إلى دين الله.هذه الخطوة الأولى، وليس الرجوع إلى الدين الرافضي الغالي المكفِّر للصحابة يرفع راية الجهاد! هو لم يرجع إلى الدين! بل يحارب الدين ويحارب أهله! كيف ينتصر هذا؟! كيف يكون هذا جهادا في سبيل الله ؟! فالجهاد لابد أن يكون لإعلاء كلمة الله، قد يقتل في الجهاد ويدخل النار لإنه ما يريد إعلاء كلمة الله -تبارك وتعالى-. من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله (الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله).فعلى المسلمين قبل كل شيء أن يصححوا أوضاعهم، ويرجعوا إلى الدين الذي كان عليه محمد عليه الصلاة والسلام، والذي جاهد في نشره هو وأصحابه الكرام هذا الدين من التوحيد ومن الأعمال الصالحة وشعائر الإسلام الصحيحة هذا الذي جاهد رسول الله لإعلائه .أنا أسألكم الآن : هذه الراية التي في لبنان راية والتي يرفعها حزب الله هل هي راية تستحق أن يطلق عليها أنها راية في سبيل الله ؟! ويطلق عليها أنها جهاد في سبيل الله! وهم يكفرون أصحاب محمد ويعبثون بالقرآن ويحرفونه تحريفاً لم يلحقهم فيه اليهود؟!أنتم لم تقرؤا للرافضة! الذي يقرأ يجد أنهم أشد تحريفا لدين الله من اليهود والنصارى!.والله نحن نريد الجهاد لكن الجهاد، الصحيح فعلى الأمة أن ترجع إلى الدين ثم تعد العدة {وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ }الأنفال:60الآن حزب الله يقاتل من ثلاثة أسابيع ما قتل منهم إلا ثمانية وقتل من الشعب اللبناني قرابة الألف! وشرد منهم الألوف ودمرت مؤسساتهم! أهذا هو الجهاد الذي يريده الله؟! الرسول صلى الله عليه وسلم جاهد في بدر، في أحد، في الخندق، في غيرها ما قتل طفل واحد ! ولا قتلت امرأة واحدة! هؤلاء يندسون في صفوف النساء والأطفال وتجيء الضربات على هؤلاء المساكين أهذا جهاد بالجهاد؟!الآن اليهود احتلوا مسافات كثيرة عشرين قرية من لبنان أهذا هو الجهاد؟! أهذا هو المقصود؟! نجاهد ليقتل نساء المسلمين وأطفالهم وتدمَّر مؤسساتهم! وتكون هذه هي النتيجة !هذا جهاد بهلواني! جهاد رافضي! يجب على المسلمين أن يتعقلوا وأن يرجعوا إلى دينهم قبل كل شيء، ثم بعد ذلك يجاهدون لإعلاء كلمة الله.نحن نؤمن بالجهاد أكثر من هؤلاء الكذابين الأدعياء! نؤمن به لكن نقول للمسلمين ارجعوا أهّلوا أنفسكم للجهاد والنصر.لأنكم لا تستحقون النصر من الله إلا إذا قاتلتم لإعلاء كلمة الله وكنتم على الدين الصحيح.ثم ماذا جرى في العراق كم قتل الروافض من المسلمين أهل السنة؟!أكثر من مائة ألف يذبحون النساء والأطفال ويشردونهم ويخربون بيوتهم ويخربون مساجدهم ويدوسون على مصاحفهم! ويفعلون أفاعيل والله لا يفعلها اليهود! ولما ارتكبوا الجرائم هذه كلها فتحوا الجبهة هذه ، يضحكون على أهل السنة ثم يطبّلون لهم هل بكيتم على أهل العراق أهل السنة وهم يذبحون ويشردون وتخرب المئات من مساجدهم ؟! يمكن مائة ألف أو أكثر قتل منهم!هل قطرت لكم دمعة ؟! هل ارتفع لكم صوت؟! لا شيء لا شيء!ولما جاء هذا الرافضي الباطني تصور الكثير أنه رافع راية الجهاد وقائد الأمة إلى العزة والنصر .هذا مكسب عظيم من مكاسب الروافض! أن الأمة تهتف وتصفق له الآن! هذا الذي يريده الروافض. أين هو الآن؟ أين هذا القائد الآن ؟!هو في مخبأ هو وجماعته في المخابئ!والدمار والهلاك ينزل بالشعب اللبناني المسكين! والمذابح لا تزال مستمرة في العراق! فالمسلمون دمائهم رخيصة في العراق لا تستحق أن تذكر عند هؤلاء! بل دماء جميع المسلمين وأموالهم حلال عند الروافض لأنهم كفار فهذا حكمهم! أين العقول؟!الآن الذي يقود الناس أكثرهم جهلاء وسفهاء! رؤوس جهال كما قال الرسول الكريم عليه الصلاة والسلام!متعالم جاهل لا يعرف حقيقة الإسلام! ولا يعرف ماذا عند الروافض من الكفر والإلحاد والزندقة! اقرؤا: أي تفسير من تفاسير الروافض وابدؤا من الفاتحة وانظر إلى التحريف الذي يخجل منه اليهود! (الصراط المستقيم) : على-رضي الله عنه-!(المغضوب عليهم) : أبو بكر وعمر وعثمان –رضى الله عنهم-!( ألم ذلك الكتاب لا ريب فيه): الكتاب على –رضي الله عنه-!(هدى للمتقين) : المتقين هم شيعته!الدنيا والآخرة والجنة كلها لعلي –رضي الله عنه- وشيعته!يعني علي –رضي الله عنه - أحيانا عندهم بعوضة! (إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا): قالوا البعوضة : علي – رضي الله عنه - فما فوقها محمد صلى الله عليه وسلم وهذه من زندقتهم وطعنهم في على ورسول الله صلى الله عليه وسلم .وعلي-رضي الله عنه- أحيانا الدابة :دابة الأرض وهو النجم وهو الشمس وهو السماء ورسول الله صلى الله عليه وسلم التين وعلى – رضي الله عنه الزيتون- والأئمة طور سينين والآيات القرآنية والكونية كلها المراد بها الأئمة وآيات النفاق والكفر والعذاب وآيات الذم والوعيد كلها تنزل على الصحابة وأبوبكر يعذب ضعف عذاب إبليس وعمر هو الشيطان أينما ورد في القرآن .وآيات البعث والجزاء المراد بها عندهم خروج القائم! وتحريفات لا تحصى لكتاب الله، وأكاذيب على علي –رضي الله عنه- وأهل البيت لا تحصى! والآيات أهل البيت ما تقرأ آية في القرآن؛ آية كونية أو آية شرعية إلا حرفوها آيات التوحيد حرفوها لضلالهم!(وَقَالَ اللّهُ لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ) هذه تدعو إلى التوحيد وتحذير من الشرك قالوا لا تتخذ إمامين!آيات التوحيد لا يشرحونها بل يهربون منها! وإذا تناولوها حرفوها ما تركوا شيء إلا حرفوه!هؤلاء أعداء الإسلام يكفيهم أنهم تأريخهم أسود دائما مع النصارى واليهود والله أعلم أن هذه لعبة بينهم وبين واليهود والنصارى.هم الذين جاؤا بالتتار وذبحوا الألوف المؤلفة ممكن مليون أو أكثر!وأسقطوا الخلافة العباسية! وفي الحرب الأفغانية بجوارهم ما شاركوا المسلمين بشيء لا في داخل أفغانستان ولا في خارجه.ولما جاء الأمريكان لإسقاط طالبان كانوا أقوى درع مع الأمريكان ضد المسلمين وهم الذين جاؤا بالأمريكان ودول التحالف للعراق.وتقووا بهم وشرعوا في تذبيح المسلمين أهذا هو الإسلام الذي نجاهد من أجله؟!هو الرفض الذي هو أخطر من اليهودية والنصرانية، والذي نزل بالمسلمين عن طريق الرفض أشد وأنكي مما نزل بالمسلمين عن طريق اليهود والنصارى.افهموا هذه الأشياء وهؤلاء المضللون إما مضللون وأما أغبياء ؟!هذا نصر الله ماذا عمل لأهل السنة في العراق؟! هل وجهت كلمة واحدة تنصح عشيرتك وقومك الروافض الباطنية أن يكفوا أيديهم عن المسلمين؟! والله أنا أعتقد أنهم ما عملوا هذا إلا تلهيةً للمسلمين وضحكا عليهم والله أعلم ما عندهم من أهداف من وراء هذا!لا تصدقوهم في خلافهم مع أمريكا! هذا كله كذب، كم الآن من الكلام حول الملف النووي الإيراني؟! الملف النووي ما هو هذا البرنامج؟! هل سيحارب به اليهود؟! كذابون!.إيران تدندن من سبعين سنة! المسلمون مع اليهود في معارك وكم دخلوا من الحروب، وكم قدموا من الأموال، وكم قدموا من الأعمال، وإيران تتفرج!والآن تتطبّل وتريد من المسلمون أن يدخلوا في الحرب وهي تتفرج! وما أن تنتهي الحرب حتى تفتح عليهم حرب جديدة!.هذا البرنامج النووي ما تعده إلا لدول الخليج! يجب أن يفهم الناس هذا. فتنبهوا لهذه الأشياء !هذا ما أعتبره جهاداً في سبيل الله أبدا؟!أولا أهله عقائدهم معروفة ! كما ذكرنا لكم بعضها.ثانيا: جهادهم معروف كيف يختبئون في الكهوف ويندسون في البيوت و العمارات! والله أعلم هم يرسلون لليهود لضرب المكان الفلاني! لا أستبعد هذا!فتيقظوا لمكايد الروافض. والله إنهم يضحكون على أهل السنة ولهم عملاء في البلاد العربية والإسلامية يطبّلون لهم! وهم جسور لمد الرفض في العالم الإسلامي كله.والآن دعوتهم لها انتشار في العالم الإسلامي في شرق آسيا لها معاهد ولها مدارس ولها دعاة في دول أفريقيا، ومرت عليها قرون و ما كانوا يحلمون بهذه الأشياء! حتى جاءت بعض الأحزاب الخائنة ففتحت لهم الطريق والمجالات أمامهم للانتشار في العالم الإسلامي والآن يضحكون على المسلمين.أيديهم تقطر من دماء أهل العراق وفي نفس الوقت ويريدون منّا أن نساندهم والمصيبة على الشعب اللبناني والشعب الفلسطيني. ثم ما هي خسائر الروافض في الحروب كلها؟! في فلسطين وأفغانستان وغيرهما من سبعين سنة إلى الآن؟! وماذا قدم الأفاكون ؟!.انتهى كلام الشيخ حفظه الله ورعاه .فرغ هذه الكلمة ثم عرضها على الشيخ ربيع – حفظه الله -أخوكم: سلطان بن محمد الجهنيبتاريخ(12/7/1427هـ/ الموافق 6/8/2006م)................................................في محاضرة: (عوائق عن طلب العلم )ضمن برنامج: دورة الإمام عبد العزيز بن باز –رحمه الله- بالطائف بتاريخ(10/7/1427هـ/ الموافق 4/8/2006م)(بمسجد الملك فهد – رحمه الله- الطائف)

Footnote :
1. Salah satu jenis praktek yang dilakukan dengan cara riba

(Dikutip dari ceramah Asy Syaikh Rabi’ Ibn Haadi al Madkhali yang berjudul “Penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu” pada hari Jum’at. Dalam acara: Daurah Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah di Thaif, pada tanggal: 10-7-1427 H, bertepatan dengan tanggal 4-8-2006 M di Masjid Raja Fahd rahimahullah. Ditranskrip oleh Al-Akh Al-Fadhil Sulthan Al-Juhani dan diterjemahkan oleh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi.
URL sumber http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337298)
(Dikutip dari situs http://www.darussalaf.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=310)

Selasa, 11 Juli 2006

Penjelasan Para Ulama Tentang Hadits Sihir
dari Kitab: Meluruskan Pemahaman tentang Hadits Sihir
(studi Kritis Buku: Benarkah Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasalam Pernah Tersihir? karya Ali Umar Al Habsyi) Halaman : 237 - 253

Oleh: Al-Ustadz Askari Bin Jamal al-Bugisi



Ibnul Qayyim rahimahullah

Ibnul Qayyim Rahimahullah ketika menjelaskan kedudukan hadits sihir menjelaskan:
"Hadits ini Tsabit (Shahih) menurut para ahli ilmu dalam bidang hadits, mereka telah menerimanya dan tidak berselisih tentang keshahihannya. walaupun banyak kalangan ahli kalam dan selainnya yang membantahnya, mengingkari dengan keras bahkan menganggapnya dusta.sebagian mereka ada yang menulis karangan khusus tentang hal ini dan menuduh Hisyam (bin Urwah) sebagai penyebab (lemahnya).Dan yang maksimal (cercaan terhadap Hisyam bahwa mereka)menuduh Hisyam telah keliru dan tersamarkan hadits ini atasnya,padahal sedikitpun dirinya tidak demikian.Lalu (mereka) berkata:"Karena Nabi Shalallahu alaihi wasalam tidak mungkin terkena sihir, sebab hal itu akan membenarkan perkataan kaum kuffar:

"Tidaklah Kalian mengiktui kecuali seorang yang tersihir" (Q.S Al Furqon :8)

Lalu mereka berkata; dan seperti apa yang dikatakan oleh Fir'aun kepada Musa:

"Sesungguhnya aku menganggapmu-wahai Musa-orang yang tersihir "(Q.S Al-Isra:101)

Dan perkataan Kaum kepada Shaleh 'Alaihi Salam:
"Sesunguhnya engkau thanyalah termasuk orang-orang yang teersihir "(Asy-Syu'ara:153)

Juga seeperti perkataan Kaum Syu'aib kepada Syu'aib 'Alaihi Salam:
"Sesunguhnya engkau hanyalah orang yang tersihir ".(Q.S Asy'ara:185)

Mereka juga mengatakan:"para Nabi tidak mungkin di sihir, sebab yang demikian itu meniadakan pemeliharaa Allah subahanahu wa ta'ala terhadapnya dan menjaganya dari apra Syaitan".

Semua yang mereka katakan tersebut tertolak menurut ahli ilmu.Sesungguhnya Hisyam termasuk perawi yang paling tsiqah dan berilmu, tidak seorangpun dari kalangan Imam mencela-nya yang mengakibatkan tertolaknya hadits(yang diriwayatkannya). Apa pula urusan ahli kalam ikut-ikutan membicarakan hal ini? Telah diriwayatkan pula dari selain Hisyam Radhiallahuanhu dari 'Aisyah radhiallahuanha dan telah sepakat pemilik dua Shahih (Bukhari dan Muslim) dalam menshahihkan hadits ini tidak seorangpun dari kalangan ahli Hadits dan Fiqih yang menolaknya. Kisah ini Masyhur bagi ahli tafsir,sunan,hadits,sejarah dan fuqaha'.Mereka lebih alim tentang keadaan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam dan kesahariannya daripada ahli kalam . (at-Tafsir al Qayyim :5/406-407)

Lalu Mengatakan: "Sihir yang menimpa beliau Shalallahu 'alaihi wasalam adalah sejenis penyakit dari penyakit-penyakit yang muncul,kemudian Allah Subahanahu wata'ala menyembuhkannya. Hal tersebut bukan merupakan kekurangan (bagi Rasul) dan tidak ada celaan sedikitpun padanya, sesungguhnya penyakit boleh menimpa para nabi,demikian pula pingsan.sungguh Nabi shalallahu 'alaihi wasalam pernah pingsan ketika sakit,pernah terjatuh hingga terluka kaki beliau Shalallahu 'alaihi wasalam dan tergores kulitnya.Ini termasuk bala' (cobaan) yang dengannya Allah subahanahu wa ta'ala mengangkat derajat beliau shallalahu 'alaihi wasalam serta dengannya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam mendapat keutamaannya. Adapun cobaan paling berat yang di rasakan oleh para Nabi adalah cobaan yang mereka terima dari umatnya dari berbagai macam ujian, berupa pembunuhan dan pemukuloan, celaan dan penahanan. Maka bukanlah suatu hal yang baru Jika Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam mendapatkan ujian dari sebagian musuh-musuhnya dengan sejenis sihir, sebagaimana Beliau shalallahu 'alaihi wasalam telah di uji dengan lemparan panah dari musuhnya lalu panah tersebut melukai Beliau shalallahu 'alaihi wasalam.Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam juga pernah di uji dengan diletakannya kotoran di atas punggung Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tatkala sujud, dan selain itu. (Ini semua,ed)tidak menunjukan kekurangan dan aib atas mereka (para nabi),bahkan menunjukan kesempurnaan dan ketinggian derajat mereka di sisi Allah subahanahu wata'ala. (Q.S At-Tafsir al Qayyim, Jilid:5/408)

Abu Fadhl 'Iyyadh bin Musa bin "Iyyadh al Yahshubi , yang Masyhur dengan nama " al Qadhi bin 'Iyyadh "

Beliau Rahimahullah mengatakan dalam kitabnya " Asy-Syifa' ", ketika menjawab syubhat orang-orang yang meragukan hadits tentang tersihirnya Nabi shalallahu 'alaihi wasalam.

"Ketahuilah-semoga Allah subahanahu wata'ala memberi taufik kepada kami dan kalian- bahwa hadits ini adalah hadits yang shahih yang di sepakati keshahihannya.Kaum mulhid (atheis) telah mencerca hadits ini –dan hal itu semakin menguatkan kerendahan akal mereka-juga pengkaburan (al-haq) dari Orang-orang yang semisal dengan mereka untuk membuat keraguan dalam syari'at. Sungguh Allah subahanahu wata'ala telah mensucikan syari'at serta nabi-Nya dari sesuatu yang mengaburkan perkaranya (berupa wahyu). Sihir yang di maksud disini hanyalah sejenis penyakit yang timbul, maka Boleh menimpa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam sebagaimana berbagai jenis penyakit lain yang tidak mungkin di ingkari, dan hal itu tidaklah merusak kenabian Beliau shalallahu 'alaihi wasalam.

Adapun yang terdapat dalam riwayat bahwa dikhayalkan kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam telah melakukan sesuatu padahal tidak melakukannya, maka ini tidaklah merusak sediktpun apa yang Beliau shalallahu 'alaihi wasalam sampaikan, Beliau shalallahu 'alaihi wasalam syari'atkan, atau merusak kejujuran Beliau shalallahu 'alaihi wasalam.sebab dalil telah jelas dan mayoritas Ulama telah bersepakat bahwa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam adalah maksum. Hal ini Hanyalah kejadian yang mungkin saja muncul dalam perkara duniawi-yang Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tidak di utus karena (urusan dunia) dan tidak ada keutamaan padanya. Sehingga selama di Dunia, bisa saja Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tertimpa berbagai penyakit halnya manusia lain. Maka bukanlah suatu hal yang mustahi lantas di khayalkan kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam beberapa urusan yang pada hakekatnya tidak ada. Akhirnya,Beliau shalallahu 'alaihi wasalam pun terbebas darinya dan kembali seperti sedia kala.

Telah ditafsirkan juga bahwa perkara yang di khayalkan tersebut –dalam hadits yang lain-dari kalimat"sehingga dikhayalkan kepada Beliau shalallahu n'alaihi wasalam telah mendatangi istrinya padahal Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tidak mendatanginya."
Sufyan rahimahullah mengatakan : "Tidak ada khabar lain yang di nukilkan dari Beliau shalallahu 'alaihi wasalam selain dari yang telah di khabarkan – Sufyan – bahwa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam ingin melakukannya dan ternyata beliau tidak melakukannya, namun itu hanyalah bersifat goresan hati dan khayalan.
Adapula yang mengatakan, "Yang dimaksud dalam hadits ini adalah Beliau shalallahu 'alaihi wasalam membayangkan sesuatu bahwa beliau melakukannya namun ternyata tidak melakukannya.Namun itu adalah khayalan yang Beliau shalallahu 'alaihi wasalam sendiri tidak meyakini kebenarannya. Maka semua keyakinan Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tetaplah benar dan apa yang Beliau ucapkan tetaplah terjaga.

Inilah yang aku temukan dari jawaban para Ulama kita tentang Hadits ini dengan tambahan penjelasan dari kami tentang makna perkataan mereka serta terhadap beberapa isyarat yang mereka sebutkan dan setiap jawaban tersebut memuaskan.
Namun telah nampak bagiku penakwilan yang terdapat dalam hadits ini-yang lebih jelas dan lebih selamat dari celaan orang-orang yang sesat-yang dapat kita petik dari hadits itu sendiri."

Kemudian Beliau Rahimahullah menyabutkan beberapa riwayat dan lafadz hadits ini, lalu melanjutkan: "Dari kandungan riwayat-riwayat tersebut jelaslah bahwa sihir itu hany menimpa zhahirnya Beliau shalallahu 'alaihi wasalam dan jasadnya, bukan hati,keyakinan dan akalnya.Dan hal itu hanya memberikan pengaruh pada penglihatan,mencegah dari menetubuhi istri dan makan beliau shalallahu 'alaihi wasalam, sehingga tubuh Beliau shlallahu 'alaihi wasalam lemas dan menyebabkan sakit.Maka makna perkataan "………dibayangkan kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam mendatangi istrinya, namun tatkala Beliau shalallahu 'alaihi wasalam telah mendekatinya sihir tersebut mempengaruhi tubuhnya (menjadi lemah),sehingga Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tidak mampu melakukannya, sebagaimana sesuatu yang menimpa secara tiba-tiba sehingga melemahkan Beliau shalallahu 'alahi wasalam.

Adapun perkataan Aisyah, "……..dan di khayalkan kepada Beliau bahwa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam melakukan sesuatu dalam penglihatannya, sebagimana yang di sebutka dalam hadits:"Bahwa Beliau menyangka akan mampu melihat seseorang dari orang lain, lalu yang ternyata tidak seperti yang beliau shalallahu 'alaihi wasalam bayangkan, karena apa yang menimpa pandangannya menyebabkan (tubuh Beliau shalallahu 'alaihi wasalam) menjadi lemah-bukan sesuatu yang merusak pikirannya . (Kitab Asy-Syifa', Al Qadhi Iyyadh : 2/856-869,tahqiq Al Bijawi,Maktabah al-Iman)


Al Imam Al-Maziri rahimahullah

Beliau Rahimahullah Mengatakan: "Sebagian ahli Bid'ah telah mengingkari hadits ini dan menyangka hadits tersebut merendahkan kedudukan Nabi shalallahu 'alaihi wasalam dan membuat keragu-raguan padanya,lalu mereka berkata: "segala sesuatu yang mengantarkan kepada (keraguan) tersebut maka itu bathil. Mereka menyangka bahwa terjadinya hal tersebut pada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam dapat menghilangkan kepercayaan terhadap syari'at beliau shalallahu 'alaihi wasalam bawa, sebab ada kemungkinan dengan kejadian ini dikhayalkan kepada beliau telah melihat jibril Alaihi salam padahal Jibril tidak ada disana, dan menyangka telah di wahyukan kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam sesuatu, padahal tidak ada wahyu yang turun kepadanya,"

Beliau Melanjutkan: "Semua ini tertolak . sebab, dalil telah nyata menunjukan kejujuran Nabi shalallahu 'alaihi wasalam terhadap apa yang disampaikannya dari Allah subahanahu wata'ala dan terpeliharanya penyampaian Beliau shalallahu 'alaihi wasalam . Berbagai mu'jizat menjadi saksi kejujuran Beliau shalallahu 'alahi wasalam.Maka beranggapan terhadap sesuatu yang telah terdapat dalil –yang menyelisihi yang hal tersebut;adalah suatu kebatilan. Adapun yang berhubungan dengan sebagian perkara dunia yang Beliau shalallahu 'alaihi wasalam pun tertimpa apa yang menimpa manusia lainnya seperti berbagai penyakit, maka Bukan hal yang mustahil pula di khayalkan kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam urusan dunia yang pada hakekatnya tidak ada, dalam keadaan Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tetap terpelihara darinya dalam perkara agama. (di Nukilkan Oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari:10/237. Demikian pula An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim:14/175 dan Kitab Difa' 'an as-Sunnah, Muhammad Abu Syahbah:26


Al Muhallab rahimahullah

Beliau rahimahullah berkata: Terjaganya Nabi shalallahu 'alaihi wasalam dari para syaithon tidaklah mencegah kehendak mereka untuk menggangu Beliau shalallahu 'alaihi wasalam. Telah disebutkan dalam "as-Shahih" bahwa syaitan ingin merusak shalat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam maka Allah menyelamatkannya dari syaithan tersebut. Demikian pula sihir yang mendatangkan kemudharatan kepadanya shalallahu 'alaihi wasalam tidaklah mengurangi sediktpun apa yang beliau sampaikan (dalam urusan agama), namun ini termasuk jenis kemudharatan berbagai penyakit apa yang beliau alami berupa kelemahan untuk berbicara, ketidakmampuan melakukan sebagian perbuatan,atau terjadinya sesuatu yang membayangkan serta tidak berkepanjangan,tetapi segera sirna dan Allah subahanahu wata'ala membatalkan tipu daya para syaithan. (di nukil Oleh Al Hafidz dalam Fathul Bari: 10/238)



Fatwa Lajnah ad-Da'imah

Fatwah lajnah da'imah di Tanya, teks pertanyaannya sebagai berikut:

Apakah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam pernah terkena Sihir, dan apakah memberi pengaruh padanya?

Jawab: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam adalah seorang manusia, dapat menimpa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam apa-apa yang menimpa manusia lainnya dari berbagai penyakit,sikap melampaui batas sebagian manusia terhadapnya dan tindak kedzaliman mereka terhadap Beliau shalallahu 'alaihi wasalam sebagaimana manusia yang lainnya.Demikian pula hal-hal lain yang berhubungan dengan perkara dunia yang Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tertimpa sesuatu penyakit atau sikap melampaui batas orang lain terhadapnya-dengan sihir misalnya-yang dengan sebab itu Beliau shalallahu 'alaihi wasalam membayangkan sesuatu urusan dunia yang hakekatnya tidak ada. Dibayangkan kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam menyetubuhi istrinya padahal Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tidak melakukannya,atau Beliau shalallahu 'alahi wasalam memiliki kekuatan untuk menyetubuhinya, namun tatkala mendekati salah seorang dari mereka, tiba-tiba muncul kelemahan dan hilang kekuatan beliau untuk melakukannya.Tetapi musibah yang menimpa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam penyakit, atau sihir tersebut tidaklah mempengaruhi penerimaan wahyu dari Allah subahanahu wata'ala dan tidak berhubungan dengan apa yang beliau sampaikan dari Allah subahanahu wata'ala kepada umatnya, karena telah tegaknya berbagai dalil dari Al Qur'an dan sunnah dan kesepakatan para pendahulu umat ini yang menunjukan kemaksumannya (terpeliaharanya) Beliau shalallahu 'alaihi wasalam dalam menerima wahyu,menyampaikan, dan semua yang berhubungan dengan perkara-perkara agama. Dan sihir adalah sejenis penyakit yang menimpa Beliau shalallahu 'alaihi wasalam."

Kemudian Al-Lajnah menyebutkan Hadits Aisyah radhiallahu anha,lalu melanjutkan: "Barang siapa yang mengingkari terjadinya hal itu, sungguh dia telah menyelisih dalil-dalil,ijma' para sahabat dan pendahulu umat ini. Lalu berpegang dengan syubhat dan prasangka yang tidak memiliki pondasi kebenaran, sehingga tidak bisa di jadikan sebagai sandaran. Telah dirinci masalah ini oleh Al-Allamah Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zadul Ma'ad dan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari."

Wabillahi at-taufiq, washalallahu ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi washabihi wasallam

Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Qu'ud
Abdullah bin Ghudyyan

(Fatawa al Lajnah ad-Da'imah: No.4015)




Fatwa Syaikh bin Baz rahimahullah

Beliau rahimahullah menjawab pertanyaan seputar Hadits tentang tersihirnya Nabi shalallahu 'alaihi wasalam: "Ini benar adanya, terdapat dalam hadits yang shahih dan hal itu terjadi di madinah.tatkala wahyu telah turun (secara berangsur) dan telah tegak tonggak risalah (yang beliau sampaikan), telah tampak berbagai tanda kenabian Beliau shalallahu 'alaihi wasalam dan kebenaran risalahnya, serta Allah subahanahu wata'ala menolong nabi-Nya mengalahkan kaum musyrikin dan menghinakan mereka; seorang dari Yahudi yang bernama Labid bin Al-A'sham ingin mengganggu Beliau shalallahu 'alahi wasalam. Dia pun membuat simpul sihir pada sisir, rontokan rambut, dan mayang kurma jantan, sehingga di bayangkan kepada beliau shalallahu 'alaihi wasalam melakukan sesuatu terhadap keluarganya padahal ternyata tidak melakukannya. Namun tetap-walhamdulillah-akalnya, perasaannya, dan pemahamannya terhadap Beliau shalallahu 'alaihi wasalam beritakan kepada manusia tidaklah terganggu. Beliau shalallahu alaihi wasalam tetap memberitakan kepada manusia kebenaran yang telah Allah subahanahu wata'ala wahyukan kepadanya,namun beliau shalallahu 'alaihi wasalam merasakan sesuatu yang memberikan sebagian pengaruh dalam hubungannya dengan Istrinya, sebagaimana yang di katakan aisyah radhiallahu anha bahwa di bayangkan kepada beliau shalallahu 'alaihi wasalam melakukan sesuatu bersama keluarganya di rumah dan ternyata Beliau shalallahu 'alaihi wasalam tidak melakukannya. Maka datanglah wahyu kepada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam dari Rabb-Nya subahanahu wata'ala melalui Jibril 'alaihi salammengabarkan apa yang telah telah terjadi pada Beliau shalallahu 'alaihi wasalam.Diutuslah (sebagian sahabat) untuk mengeluarkan (simpul sihir) dari sumur milik salah seorang Anshar tersebut dan melenyapkan (pengaruh sihir )-nya.akhirnya hilanglah pengaruh tersebut-segala puji bagi Allah-Allah menurunkan kepada Beliau shlallahu 'alaihi wasalam du surat : almu'awwidzatain (al Falaq dan An-Nas, pen), Lalu Beliau shalallahu 'alahi wasalam membacanya.Maka hilanglah setiap gangguan tersebut. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda: "tidak ada seorang yang berita'awwudz yang menandingi keduanya". (HR. Abu Dawud dari 'Ugbah bin Amir dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' : 7949,pen)

Dan (hal itu) tidaklah mengakibatkan sesuatu yang memudharatkan manusia, atau merusak risalah atau wahyu yang Beliau shalallahu 'alaihi wasalam bawa. Allah subahanahu wata'ala telah memeliharanya dari manusia atas sesuatu yang mencegah terhalanginya risalah yang Beliau bawa, atau tercegah dari menyampaikannya.

Adapun yang menimpa para rasul berupa jenis-jenis gangguan,Beliau shalallahu 'alaihi waslam pun tidak terpelihara darinya, hal itu pun menimpa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam.Diantaranya juga,terlukanya Beliau shalallahu 'alaihi wasalam pada perang Uhuhd, kepala Beliau di Pukul dengan alat pelinfung kepala hingga sebagian besinya masuk kedalam dua pipi Beliau shlallahu 'alaihi waslam, serta terjatuh pada sebagian lubang yang terdapat di sana. Dan mereka (Rasulullah dan para sahabat) telah disempitkan kehidupannya sewaktu di Makkah, Beliau shalallahu 'alaihi wasalam mengalami sesuatu yang telah menimpa para rasul sebelumnya.Inilah Sunatullah, dengannya Allah subahanahu wata'ala mengangkat derajat Beliau shalallahu 'alaihi wasalam meninggikan kedudukannya, dan melipatgandakan kebaikan-kebaikannya. Namun Allah senantiasa memelihara Beliau shalallahu 'alaihi wasalam dari sisi bahwa meraka tidak mampu membunuhnya, dan tidak mampu mencegahnya menyampaikan risalah. Tidak satupun yang mampu menghalagi apa saja yang wajib beliau sampaikan, sungguh Beliau shalallahu 'alaihi wasalam telah menyampaikan risalah,menunaikan amanah, mudah-mudahan shalawat dan salam Allah subahanahu wata'ala senantiasa tercurah atas Beliau shalallahu 'alaihi wasalam. (Fatwa Syaikh bin Baz :1/6.Bab. Al-llaj Li Man bihi Sharf aw 'Athf aw Sihr)

Senin, 12 Juni 2006


Awas Syirik...!!!!

Penulis: Asy Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan Hafidhallahu Ta'ala


Syirik adalah suatu yang tercela dan menunjukkan kekurangan yang Allah mensucikan diri-Nya dari hal-hal tersebut. Maka siapa yang menyekutukan Allah, berarti dia telah menetapkan untuk Allah apa yang Allah sendiri menolak itu bagi diri-Nya. Ini berarti benar-benar pembangkangan yang sangat hebat kepada Allah dan perlawanan yang sangat mengerikan terhadap Allah.
Syirik adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam ke rububiyahan-Nya dan ke uluhiyahan-Nya. Seringnya terjadi pada sisi Uluhiyyah, yaitu dengan berdoa kepada Allah, tetapi berdoa juga kepada selain Allah. Atau memperuntukkan bagi selain Allah suatu ibadah, seperti menyembelih, bernadzar, takut, harap dan cinta.
Syirik adalah dosa yang sangat besar. Itu karena beberapa sebab:
1. Menyerupakan makhluk dengan khaliq dalam perkara-¬perkara yang khusus dengan ilahiyyah. Maka siapa yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka berarti dia telah menyerupakan makhluk dengan Allah. Ini adalah kezaliman yang sangat besar. Allah Ta'ala berfirman : 'Sesungguhnya kesyirikan adalah kezaliman yang besar." (Luqman: 13)
Zalim itu adalah "meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya". Maka siapa beribadah kepada selain Allah, berarti dia telah meletakkan peribadahan itu tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, itulah kezaliman yang besar.
2. Allah tidak mengampuninya dari orang yang tidak bertaubat darinya, sebagaimana firman Allah :“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, tetapi akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (An Nisa': 48)
3. Allah mengharamkan surga bagi orang yang musyrik.
Dan dia kekal didalam neraka jahannam. Allah berfirman: "Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan orang-orang zhalim itu tidak memiliki para penolong." (Al Ma'idah: 72)
4. Syirik menggugurkan semua amalan.
Allah berfirman:"Dan kalaulah mereka menyekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka amalkan." (Al An'am:88) Allah juga berfirman: "Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para nabi sebelummu; "Jika engkau menyekutukan Allah, pasti gugur amalmu dan kamu termasuk orang-orang yang merugi. " (Az Zumar; 65)
"Maka bunuhlah kaum musyrikin dimana saja kalian menemukan mereka. Tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah mereka disetiap tempat pengintaian. " (At Taubah: 5)
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengatakan Laa llaaha Illallah. Jika mereka telah mengatakannya, terjagalah dariku darah mereka, harta mereka kecuali dengan haknya. "(HR Bukhari dan Muslim)
5. Syirik adalah dosa besar yang paling besar.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah kalian aku beritahukan dosa besar yang pal¬ing besar? Kami menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Beliau berkata: menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. " (HR Bukhari dan Muslim)
Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata; "Allah Yang Maha Suci mengabarkan bahwa maksud dari penciptaan dan perintah adalah agar diketahui nama-nama dan sifat¬ sifat-Nya serta Dia diibadahi dalam keadaan esa tanpa menyekutukanNya. Dan agar manusia menegakkan keadilan yang mana dengan keadilan itulah langit-langit dan bumi bisa tetap tegak, sebagaimana Allah berfirman:"Sungguh telah Kami utus para rasul Kami dengan bukti¬ bukti dan Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan timbangan, agar manusia menegakkan keadilan. "(Al Hadid: 25)
Allah mengabarkan bahwa Dia mengutus para rasul-Nya dan menurunkan bersama mereka kitab¬-kitabNya agar manusia menegakkan keadilan. Dan keadilan yang paling adil adalah tauhid. Dia adalah pokok dalam keadilan, dan kesyirikan itu adalah kezaliman (lawan dari keadilan), sebagaimana Allah berfirman:"Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezaliman yang sangat besar." (Luqman: 13)
6. Maka kesyirikan adalah kezaliman yang sangat zalim. Dan tauhid adalah keadilan yang sangat adil. Maka apa saja yang sangat keras dalam menentang tujuan ini, berarti dia adalah dosa yang sangat besar - hingga ucapan beliau- maka ketika syirik secara dzatnya ingin menafikan tujuan ini, jadilah dia dosa besar yang paling besar, secara.mutlak. Allah haramkan surga atas orang yang musyrik. Allah halalkan darahnya, hartanya dan keluarganya bagi orang-orang bertauhid dan bolehnya mereka menjadikan mereka sebagai budak mereka ketika mereka (musyrikin) meninggalkan penghambaan kepada Allah. Dan Allah enggan menerima dari seorang musyrik, walau satu amalpun. Atau menerima syafa'at untuknya. Atau mengabulkan doanya di akhirat, walau sebuah doa. Atau menerima satupun harapannya. Karena seorang musyrik adalah orang yang paling bodoh diantara orang yang bodoh tentang Allah. Yang mana dia menjadikah sekutu bagi Allah. Itulah kebodohan yang sangat parah. Dan itu juga kezaliman yang sangat parah. Secara realita (kenyataan), memang dia tidak menzalimi Allah, tetapi dia menzalimi dirinya (meletakkan dirinya tidak pada tempatnya-pent)." (Al Jawabul Kafi, hat. 109)
7. Syirik adalah suatu yang tercela dan menunjukkan kekurangan yang Allah mensucikan diri-Nya dari hal-hal tersebut. Maka siapa yang menyekutukan Allah, berarti dia telah menetapkan untuk Allah apa yang Allah sendiri menolak itu bagi diri-Nya. Ini berarti benar-benar pembangkangan yang sangat hebat kepada Allah dan perlawanan yang sangat mengerikan terhadap Allah. (Kitabut Tauhid, Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan, hal. 9-10)
Sumber : Buletin Islamiy Al-Minhaj, Edisi II Th. I

Senin, 05 Juni 2006

Hukum Bekerja di Bank Ribawi

Fatwa As Syaikh Al Allamah Al Faqih Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin

Soal 1 : Apa hukum bekerja di bank-bank yang terdapat riba dan bekerjasama dengannya?

Jawab: Bekerja di bank-bank riba hukumnya haram karena termasuk membantu amalan riba. Dan ini termasuk golongan yang mendapatkan laknat, sebagaimana yang telah dikhabarkan oleh Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam yang artinya: "Terlaknat orang-orang yang memakan riba, yang mewakilinya, yang menyaksikannya, dan pencatatnya. Mereka semua sama." Apabila tidak termasuk golongan yang membantu, tetapi dia ridho dan menyetujui perbuatan riba tersebut, maka tidak boleh. Adapun menyimpan uang di bank karena kebutuhan keamanan, maka boleh hukumnya apabila tidak ada tempat yang aman kecuali bank tersebut, tetapi dengan syarat tidak mengambil bunganya. Apabila mengambil bunganya maka hukumnya adalah haram.


Soal 2 : Bagaimana penjelasan hukum Islam mengenai pemanfaatan bulu babi untuk dijadikan benang atau kain yang dijahit, apakah najis?

Jawab : Yang dhohir, hukumnya adalah najis. Karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman, yang artinya: "Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi." (QS. Al Maidah: 3).Demikian juga seluruh anggota badan babi, yang dhohir hukumnya adalah haram. Wallahu a'lam.


Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Al Asilah Al Muhimmah”, diambil dari www.darussalaf.or.id